ASHOBIYAH
*ASHOBIYAH*
Yang muda saling bully hingga tawuran adu gengsi.
Yang tua sibuk debat adu dalil karena beda persepsi.
Akibatnya…
Yang selengekan nikmati asyik dengan diri sendiri.
Yang galau jadi apatis karena hilang percaya diri.
Yang apatis makin acuh tak peduli hingga hilang empaty.
Yang menganut paham atheis, sosialis, liberalis kapitalis keplok2 pembenaran diri dengan fenomena yang terjadi.
Seolah jadi simpulan bukti kebenaran bahwa akhlaq dan aqidah Islam. harus berada dalam lingkup ruang yang tersendiri.
Tidak bisa dicampur dengan urusan sosial kemasyarakat hingga politik.
Sebuah bangsa dapat menjadi bangsa yang kuat karena dapat bersatu, tak bercerai-berai. Kekuatan persatuan akan membawa pada kebangkitan sejati.
Wujud kezaliman di zaman now ini adalah ikut-ikutan dalam perbuatan yang dapat menyebabkan antar kelompok saling mencaci, membully atau menistakan kelompok lainnya, termasuk di media sosial.
MAKA… Jauhi *ASHOBIYAH*.
Karena itu, kita mesti menghindari *ashobiyah* (fanatik golongan).
Rosulullah pernah ditanya, 'Wahai Rasulullah, apakah termasuk dari ashobiyah apabila ada seseorang yang mencintai kaumnya?'
Beliau menjawab, "Bukan, akan tetapi yang termasuk ashobiyah adalah seseorang menolong kaumnya atas dasar kezaliman."
(Ibnu Majah: 3939)
, “…seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” (al-Bukhari: 459)
Masihkah menganggap Syariat Islam, tidak sesuai untuk aturan dan urusan seluruh aspek dalam hidup.
Masihkah menganggap Islam anti dengan Pancasila.
Siapa yang merusak citra Islam?
Jawabnya : Justru terkadang umatnya sendiri lah yang masih setengah hati dalam meyakini
Saatnya Islam menjadi orientasi dasar dihati.
Saatnya ghiroh umat BANGKIT.
Wallahu a’lam bishowab
#HarKitNas #20May #JagaAkhlaqJagaAqidah