MUHASABAH TUK KENALI DAN SADARI DIRI.
DISINI TOLERANSI GONCANG?!?
Sudutkan keberadaan nilai religi.
yang memicu hal ini terjadi.
aahhh… itu cuma asumsi
persepsi kaum2 takfiri dan golongan belum ngerti dan belum mau ngerti.
“Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorang pun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain”
(HR Muslim).
Dulu dijaman Jahiliyah, sejatinya juga telah meyakini keberadaan Tuhan. Namun karena keyakinan dalam *BERAQIDAH* belum sesuai dengan tuntunan yang seharusnya, membuat masa itu menjadi peradaban kacau penuh kerusakan karena ambisi saling memukul.
Namun Ketika Rosulullah datang, Islam hadir dengan pembuktian, bahwa ajarannya mampu merubah menjadi peradaban yang saling merangkul.
Saat ini ketika ajaran syariat Islam yg sejatinya untuk merangkul sdh diwariskan, Muslihat iblis tiada putus asa terus masuk melalui celah lengah lemah dan salah dari segala lini.
Sesama muslim masih saling pukul. Islam seolah dikotak2 oleh umatnya sendiri.
Sikap Fanatisme keyakinan dalam kelompok rawan membuat aqidah goyah akhlaq berubah.
Terstruktur terorganisir untuk lakukan eksekusi adalah ikhtiar proses dalam mencapai target sebuah ekspektasi. Hal ini pastinya dipertimbangkan dengan analisa factor factor yg mempengaruhinya.
Kebijakan tiap kelompok mungkin berbeda. Ikhtilaf pemahaman dalam bab furuq itu biasa, namun perpecahan mutlak dilarang dalam Islam.
Islam ajaran indah berupa aturan penghantar paham, bukan seruan2 agar mau sekedar ikutan. Bukan pula ajaran berupa hujatan, hasutan, yg semata mata atas dasar kecintaan maupun kebencian yang berlebihan.
Standard baik dan buruk untuk miliki prinsip diri lengkap tertuang dalam Alquran n sunnah. Untuk memahaminya dibutuhkan Kontrol kendali dengan tetap berproses ikhtiar maksimal menjaga kemurnian dalam beraqidah. Aqidah terjaga Aklaq akan terpelihara.
Ironisnya fenomena yang terjadi dalam diri, sering kali kita yang masih saja fokus dengan kekurangan dan kesalahan orang lain, seolah jika ada masalah sekecil apapun yg ada pada orang lain kita akan memberikan komentar sedemikian rupa.
Tak jarang kita tanpa sadar telah memberikan komentar dengan menghakimi orang tersebut, * fokusnya dengan kesalahan orang lain kita sampai lupa, kalo kita juga banyak kekurangannya*.
Ketika hal semacam ini terjadi dalam berkelompok, akan jadi makin runyamlah nasib ukuwah Islamiyah.
Mari saling ingatkan supya mampu fokus untuk memperbaiki kekurangan yg ada pada diri sendiri,
berikan nasihat ke orang lain tanpa melukai perasaan dengan tetap bersahaja dan sewajarnya. Sampaikan beda dengan menjaga adab adab dalam menyampaikan ilmu.
Jangan sampai.., justru kita lah yang menjadi penyebab terhambatnya proses syiar dan dakwah di jaman ini. akibat lupa, terlena dan lengah dengan keadaan diri sendiri.
Wallahu a’lam bishowab.
Gempa jogja pernah mengguncang
Aqidah jangan lagi goyang.
Berakhlaq dalam muamalah menghadirkan tenang
27 May 2024, 02:15 WIB
(Al faqir)